Gambaran Burnout Pada Mahasiswa Keperawatan
AbstractMahasiswa Keperawatan berpotensi mengalami burnout akibat tingginya beban akademik dan akan berdampak buruk bagi mahasiswa Keperawatan dimana faktor yang menyebabkan burnout bisa berasal dari lingkungan akademik itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran burnout pada mahasiswa Keperawatan Universitas Riau. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif sederhana. Sampel pada penelitian ini merupakan mahasiswa Keperawatan yang mengalami burnout berjumlah 236 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa mayoritas mahasiswa berusia 20 tahun (38,1%), dengan jenis kelamin perempuan (87,7%), dan angkatan yang paling banyak yaitu angkatan 2023 (42,8%). Didapatkan burnout ringan pada mahasiswa sebanyak 58 mahasiswa (24,6), sedang 176 mahasiswa (74,6%), dan berat 2 orang (0,8%). Mayoritas mahasiswa mengalami burnout pada dimensi exhaustion kategori sedang (61%), depersonalisasi ringan (46,2%) dan penurunan pecapaian yang rendah kategori ringan (59,3%). Faktor yang terbanyak menyebabkan burnout yaitu beban akademik yang tinggi (56,4%). Dampak yang paling sering dialami oleh mahasiswa adalah kelelahan (56,0%), diikuti oleh sering merasa ketakutan akan pikirannya sendiri (49,1%) dan merasa hasil belajarnya tidak memuaskan (45,3%). Kesimpulannya, mayoritas mahasiswa mengalami burnout pada kategori sedang. Manajemen lingkungan yang baik oleh institusi dapat membantu menurunkan risiko terjadinya burnout pada mahasiswa.
|
Full Text:
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Sabrina Nur Ramadhanty, Fathra Annis Nauli, Stephanie Dwi Guna