Editorial Policies

Focus and Scope

Fokus Prosiding Seminar Nasional Hi-Tech (Humanity, Health, Technology) adalah prosiding nasional yang menyediakan paper tentang berbagai isu dalam teknologi, kesehatan, dan sosial humaniora.

Ruang lingkup Prosiding Seminar Nasional Hi-Tech (Humanity, Health, Technology) berkaitan dengan berbagai isu di bidang teknologi, kesehatan, dan sosial humaniora, yang meliputi—namun tidak terbatas pada—energi baru terbarukan, pertanian pangan, farmasi kesehatan, transportasi, teknologi informasi-komunikasi,  infrastruktur maritim , sosial-seni-pendidikan, dan studi agama. Prosiding ini berusaha menerbitkan paper-paper yang seimbang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, studi kasus, makalah, dan/atau ulasan buku.

 

Section Policies

Articles

Checked Open Submissions Checked Indexed Checked Peer Reviewed

Teknologi

Checked Open Submissions Checked Indexed Checked Peer Reviewed

Sosial Humaniora

Checked Open Submissions Checked Indexed Checked Peer Reviewed

Kesehatan

Checked Open Submissions Checked Indexed Checked Peer Reviewed
 

Peer Review Process

Setiap paper yang masuk ke redaksi akan diseleksi melalui proses Desk Review dan Evaluasi Naskah Awal oleh Tim Reviewer. Kemudian, paper akan dikirim ke Mitra Bebestari/peer reviewer dan akan masuk ke seleksi selanjutnya dengan Proses Double-Blind Peer-Review. Setelah itu, paper akan dikembalikan kepada penulis untuk direvisi. Paper-paper terpilih akan dipresentasikan dalam Seminar Nasional. Proses ini memakan waktu satu bulan (empat minggu) untuk waktu maksimum.

Mitra Bebestari/peer reviewer akan menilai paper dari aspek substansial dan teknis. Mitra Bebestari/peer reviewer yang ditunjuk adalah pakar di bidangnya masing-masing Mereka berpengalaman dalam pengelolaan dan publikasi prosiding bergengsi yang tersebar di dalam dan luar negeri.

 

Open Access Policy

Prosiding ini merupakan prosiding akses terbuka yang artinya semua konten tersedia secara gratis tanpa dipungut biaya kepada pengguna atau/lembaga. Pengguna diperbolehkan untuk membaca, mengunduh, menyalin, mendistribusikan, mencetak, mencari, atau menautkan ke artikel teks lengkap dalam prosiding ini tanpa meminta izin terlebih dahulu dari penerbit atau penulis. Hal ini sesuai dengan Budapest Open Access Initiative.

 

Archiving

This journal utilizes the LOCKSS system to create a distributed archiving system among participating libraries and permits those libraries to create permanent archives of the journal for purposes of preservation and restoration. More...

 

Keynote Speakers

Seminar Nasional Hi-Tech (Humanity, Health, Technology)

“Optimalisasi Peran Mahasiswa dalam Hilirisasi Riset dan
Pengabdian kepada Masyarakat pada Post-Pandemi Covid-19”

Probolinggo, 14 – 15 September 2022

 

Panel 1: Studi Agama
1. Dr. Zamroni, M.Pd.
(UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda)
2. Dr. H. Hasan Baharun, M.Pd.
(Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo)

Panel 2: Sains Teknologi
1. Siti Zahro, S.Pd., M.Pd., Ph.D., CIQaR., NNLP.
(Universitas Surabaya)
2. Kamil Malik, M.Kom.
(Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo)

Panel 3: Sosial Humaniora
1. Dr. Dadi, M.Si.
(Universitas Galuh, Ciamis, Jawa Barat.)
2. Dr. Tirmidi, M.Pd.
(Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo)Keynote

Panel 4: Kesehatan Masyarakat
1. Ns. Sylvia Dwi Wahyuni, S.Kep., M.Kep.
(Universitas Airlangga Surabaya)
2. Ns. Handono Fatkhur Rahman, M.Kep.,Sp.Kep.M.B
(Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo)

 

Publication Ethics

Prosiding Seminar Nasional Hi-Tech (Humanity, Health, Technology) mengacu pada Committee on Publication Ethics (COPE). Rincian pedoman dan standar internasional dapat ditemukan di situs web COPE .

Etika Penulis

  1. Pelaporan; penulis harus memberikan informasi tentang proses dan hasil papernya kepada redaksi secara jujur, jelas, dan menyeluruh, serta tetap menyimpan data penelitian dan pengabdiannya dengan baik dan aman.
  2. Orisinalitas dan plagiarisme; penulis harus memastikan bahwa naskah yang telah dikirim/diserahkan ke redaksi adalah naskah asli, ditulis oleh dirinya sendiri, bersumber dari ide dan gagasan sendiri, dan bukan menjiplak karya tulis atau ide/gagasan orang lain.  Penulis dilarang keras untuk mengalih-nama-kan sumber referensi yang dikutip ke nama orang lain.
  3. Pengulangan pengiriman; penulis harus menginformasikan bahwa naskah yang dikirim/diserahkan ke redaksi adalah naskah yang belum pernah dikirimkan/diserahkan ke penerbit prosiding/publikasi lain. Apabila ditemukan adanya “redudansi” pengiriman naskah ke penerbit lain, maka redaksi akan menolak naskah yang dikirimkan penulis.
  4. Status penulis; penulis harus menginformasikan ke redaksi bahwa penulis memiliki kompetensi atau kualifikasi dalam bidang kepakaran tertentu yang sesuai dengan bidang ilmu terbitan, yaitu kepustakawanan. Penulis yang mengirimkan naskah ke redaksi adalah penulis pertama (co-author)sehingga jika ditemukan masalah dalam proses penerbitan naskah dapat segera dituntaskan.
  5. Kesalahan penulisan naskah; penulis harus segera menginformasikan ke redaksi apabila ditemukan kesalahan dalam penulisan naskah, baik hasil review maupun hasil edit. Kesalahan penulisan tersebut mencakup penulisan nama, afiliasi/instansi, kutipan, serta tulisan lain yang dapat mengurangi makna dan susbtansi naskah. Jika hal itu terjadi, penulis harus segera mengusulkan perbaikan naskah.
  6. Pengungkapan konflik kepentingan; penulis harus memahami etika publikasi ilmiah di atas untuk menghindari adanya konflik kepentingan dengan pihak lain, sehingga naskah dapat diproses secara lancar dan aman.

 

Etika Editor

  1. Keputusan publikasi; editor harus memastikan proses penelaahan naskah secara menyeluruh, transparan, objektif, adil, dan bijaksana. Hal tersebut menjadi dasar editor dalam mengambil keputusan terhadap suatu naskah, ditolak atau diterima. Dalam hal ini, dewan editor berperan sebagai tim seleksi naskah.
  2. Informasi publikasi; editor harus memastikan bahwa panduan penulisan naskah bagi penulis dan pihak lain yang berkepentingan dapat diakses dan dibaca secara jelas, baik versi cetak maupun elektronik.
  3. Pembagian naskah peer-review; editor harus memastikan reviewer dan bahan naskah untuk review, serta menginformasikan ketentuan dan proses review naskah secara jelas ke reviewer.
  4. Objektivitas dan netralitas; editor harus objektif, netral, dan jujur dalam mengedit naskah, tanpa membedakan jenis kelamin, sisi bisnis, suku, agama, ras, antar-golongan, dan kewarganegaraan penulis.
  5. Kerahasiaan; editor harus menjaga setiap informasi dengan baik, khususnya yang terkait dengan privasi penulis dan distribusi naskahnya.
  6. Pengungkapan konflik kepentingan; editor harus memahami etika publikasi ilmiah di atas untuk menghindari adanya konflik kepentingan dengan pihak lain, sehingga proses penerbitan naskah berjalan lancar dan aman.

 

Etika Reviewer

  1. Objektivitas dan netralitas; reviewer harus jujur, objektif, tidak bias, independen, dan hanya berpihak pada kebenaran ilmiah. Proses penelaahan naskah dilakukan secara profesional tanpa membedakan jenis kelamin, sisi bisnis, suku, agama, ras, antar-golongan, dan kewarganegaraan penulis.
  2. Kejelasan sumber referensi; reviewer harus memastikan bahwa sumber referensi/kutipan naskah telah sesuai dan kredibel (dapat dipertanggungjawabkan). Jika ditemukan kesalahan atau penyimpangan dalam penulisan sumber referensi/kutipan, reviewer harus segera menginformasikan ke redaksi untuk dilakukan perbaikan oleh penulis sesuai catatan dari reviewer.
  3. Efektivitas peer-review; reviewer harus merespon naskah yang telah dikirim oleh redaksi dan bekerja sesuai dengan waktu penelaahan naskah (peer-review) yang telah ditetapkan (maksimal 2 minggu). Apabila membutuhkan waktu tambahan dalam review naskah harus segera melaporkan (konfirmasi) ke sekretariat redaksi.
  4. Pengungkapan konflik kepentingan; reviewer harus memahami etika publikasi ilmiah di atas untuk menghindari adanya konflik kepentingan dengan pihak lain, sehingga proses penerbitan naskah berjalan lancar dan aman.

 

Etika Pengelola Prosiding

  1. Pengambilan keputusan; pengelola prosiding/dewan redaksi harus menjabarkan misi dan tujuan organisasi, khususnya yang berkaitan dengan penetapan kebijakan dan keputusan penerbitan prosiding tanpa adanya kepentingan tertentu.
  2. Kebebasan; pengelola prosiding harus memberikan kebebasan kepara reviewer dan editor untuk menciptakan suasana kerja yang nyaman serta menghargai privasi penulis.
  3. Jaminan dan promosi; pengelola prosiding harus menjamin dan melindungi hak kekayaan intelektual (hak cipta), serta transparan dalam mengelola dana yang diterima oleh pihak ketiga. Selain itu, pengelola prosiding harus mempublikasikan dan mempromosikan hasil terbitan ke masyarakat dengan memberikan jaminan kemanfaatan dalam penggunaan naskah.
  4. Pengungkapan konflik kepentingan; pengelola prosiding harus memahami etika publikasi ilmiah di atas untuk menghindari adanya konflik kepentingan dengan pihak lain, sehingga proses penerbitan naskah berjalan lancar dan aman.

 

Publication Frequency

Prosiding Seminar Nasional Hi-Tech (Humanity, Health, Technology) terbit satu kali dalam setahun.

 

Archieving

Prosiding Seminar Nasional Hi-Tech (Humanity, Health, Technology) menggunakan sistem LOCKSS untuk membuat sistem pengarsipan terdistribusi di antara perpustakaan yang berpartisipasi dan mengizinkan perpustakaan tersebut untuk membuat arsip permanen prosiding untuk tujuan pelestarian dan pemulihan.

Prosiding ini menggunakan sistem Indonesia One Search, Indonesian Scientific Journal Database, Indonesian Publication Index untuk membuat sistem pengarsipan terdistribusi di antara perpustakaan yang berpartisipasi dan memungkinkan perpustakaan tersebut untuk membuat arsip permanen prosiding untuk tujuan pelestarian dan restorasi.

 

Screening Plagiarism

Naskah yang dikirimkan ke prosiding ini akan disaring untuk plagiarisme menggunakan Turnitin atau Plagiarism Checker X . Kedua tool ini menyediakan alat untuk membantu pemeriksaan orisinalitas untuk mencegah plagiarisme, memeriksa kesalahan penulisan kutipan, atau penyalinan yang tidak sesuai dengan umpan balik yang dipersonalisasi.

 

Publication Fees

Biaya Pemrosesan Artikel gratis 0,00 (Rp) yang memungkinkan orang mengakses versi teks lengkap artikel.

Biaya Pengiriman Artikel gratis 0,00 (Rp), yang mencakup pengiriman, review, pengeditan, pemeliharaan, dan pengarsipan.

Biaya Penerbitan Prosiding gratis 0,00 (Rp), yang mencakup publikasi artikel secara online melalui OJS.

Biaya Percetakan prosiding adalah 200.000 (Rp), jika penulis membutuhkan pencetakan dan penjilidan.

 

Organizing Committe

PENANGGUNG JAWAB

:

Moh. Noer Fadli Hidayat, M.Kom. (Wakil Rektor III Universitas Nurul Jadid) 

PENASEHAT

:

Achmad Fawaid, M.A., M.A.(Kepala LP3M Universitas Nurul Jadid)

KOMITE PELAKSANA

 

 

 

 Ketua

:

Ahmad Zubaidi, M.Pd.I. (Kabid. Pengabdian LP3M) 

Wakil Ketua

:

Saiful Bahri (BEM-U Putra) 

Sekretaris

:

Uswatun Hasanah (BEM-U Putri)

 

Bendahara

:

Ira Alfa Ida (BEM-F FT Putri) 

Divisi Humas dan Publikasi

:

M. Syahrul, S.Kom. (Staff LP3M)

 

Divisi Pematerian

:

Moh. Ainol Yaqin, M.Kom.(Kabid. Penelitian LP3M)

Ismail Marzuki, M.H. (Kabid. Penerbitan LP3M) 

Divisi Acara

:

Fahril Al-Khozaini (BEM-F FAI Putra)

Arief Maulana (BEM-F FT Putra)

Ageng Febriyan (BEM-F FKES Putra)

 

Dian Sindi Antrispi (BEM-F FKES Putri) 

Muheimin (BEM-F F-Soshum Putra)

Aulia Firdausyiah (BEM-F F-Soshum Putri)