Ardiyanti, D., & Dinni, S. M. (2018). Aplikasi model rasch dalam pengembangan instrumen deteksi dini postpartum depression. Jurnal Psikologi. 43(3), 248-263.
Cox, J. L., Holden, J. M., & Sagovsky, R. (1987). Detection of postnatal depression. Development of the 10-item Edinburgh Postnatal Depression Scale. Br J Psychiatry, 150(6), 782–786.
Fadhiyah, N. A., Sarkisah, & Ahmad, H. (2021). Deteksi kejadian depresi postpartum dengan Algoritma Naive Bayes. Jurnal Kebidanan Dan Keperawatan, 12(1), 2549–4058.
Fathunikmah,. H., Siska, A. N., & Omarelia. (2018). Karakteristik prevalensi kecendrungan depresi postpartum dengan menggunakan Edinburgh Posnatal Depression Scale (EPDS) Di Rb Afiyah Pekanbaru Tahun 2010. Jurnal Proteksi Kesehatan, 4(2), 111–123.
Haryanti, P., & Puspitasari, R. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan depresi pada ibu postpartum di Kota Yogyakarta. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes,12, 53–57.
Kusuma, P. D. (2017). Karakteristik penyebab terjadinya depresi postpartum pada primipara dan multipara. Jurnal Keperawatan Notokusumo, V(1), 36–45.
Kusuma, R. (2017). Karakteristik ibu yang mengalami depresi postpartum. Jurnal Ilmiah Batanghari Jambi, 19(1), 99-103
Lanes, J. L. Kuk, and H. Tamim, “Prevalence and characteristics of postpartum depressionsymptomatologyamongCanadianwomen:across-sectionalstudy,”BMC PublicHealth, vol. 11, p. 302, 2011.
Machmudah. (2015). Gangguan psikologis pada ibu postpartum ; postpartum blues. Jurnal Keperawatan Maternitas, 3(2), 118–125. Diakses dari https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/JKMat/article/view/4036.
Margiana, wulan, & Achyar, K. (2016). Gambaran kejadian depresi postpartum di wilayah kerja Puskesmas 2 Sokaraja.Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan.4, 101-107. Diakses dari http://akbidhipekalongan.ac.id/e-journal/index.php/jurbidhip/article/view/10.
Muchanga, S. M. J., Yasumitsu-Lovell, K., Eitoku, M., Mbelambela, E. P., Ninomiya, H., Komori, K., Tozin, R., Maeda, N., Fujieda, M., & Suganuma, N. (2017). Preconception gynecological risk factors of postpartum depression among Japanese women: The Japan Environment and Children’s Study (JECS). Journal of Affective Disorders, 217(1), 34–41.
Nasri, Z., Wibowo, A., & Ghozali, E. W. (2017). Faktor determinan depresi postpartum di Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 20(3), 89–95.
Nurhidayati, U., Purnomo, W., & Hargono, R. (2017). Characteristic of Post Partum Depression at Puskesmas Pandanwangi Malang City. Kendedes Midwifery Journal, 3(2), 1–11. http://jurnal.stikeskendedes.ac.id/index.php/KMJ/article/view/95.
Sari, R. A. (2020). Literature Review: Depresi postpartum. Jurnal Kesehatan, 11(1), 167.
Sinaga, R. (2014). Gambaran skrining depresi postpartum pada wanita postpartum dengan menggunakan edinburgh postnatal depression scale (EPDS) di RSUP.H.Adam Malik dan RSU DR.Pirngadi Medan.[Thesis]. Medan: Universitas Sumatera Utara.
Wahyuni, S., Murwati, & Supiati. (2019). Faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi depresi postpartum. Jurnal Terpadu Ilmu Kesehatan, 3(2), 106–214.
World Health Organization. (2017). Depression and Other Common Mental Disorders. In World Health Organization (p. 24).
Yasa, K.R dan Lesmana, C.B.J. (2019). Tingkat depresi postpartum pada ibu menyusui di puskesmas denpasar timur 1. Jurnal Medika Udayana, 8(12), 1-14.