HAK POLITIK NON-MUSLIM DALAM AL-QUR'AN (STUDI PENAFSIRAN TERM AULIYA' PERSPEKTIF TAFSIR NUSANTARA)

DOI: https://doi.org/10.33650/graduasi.v1i1.8233

Authors (s)


(1) * Agil Fahim Ali   (Sekolah Tinggi Agama Islam Raden Abdullah Yaqin)  
        Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Penelitian ini mengkaji hak politik non-Muslim dalam Al-Qur'an dengan fokus pada konsep “auliya” melalui analisis tafsir dari perspektif tiga kitab tafsir yang signifikan, yaitu Tafsir Al-Azhar, Tafsir Al-Misbah, dan Tafsir Kemenag. Dengan menggunakan metode analisis data kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), studi ini mencoba untuk mencari jawaban dari beberapa hal. 1) Hak Politik Non muslin dalam Alqur’an dan relevansi hak pandangan mufassir nusantara tentang term auliya’ di Indonesia. 2) Landasan Ayat-ayat auliya’ Dalam Tafsir Al-Misbah, Tafsir Al-Azhar, Tafsir kemenag. 3) Pemikira mufassir nusantara. 4) Analisis term auliya’ dalam penafsiran tafsir nusantara, Sumber data yang digunakan terdiri dari dua kategori, yaitu sumber data primer dan sekunder. Data primernya adalah Tafsir Al Misabah, Tafsir Al Azhar, Tafsir Kemenag, sedangkan data sekunder berupa buku-buku Quraish Shihab yang menggugah penafsirannya. Selain itu juga karya-karya ilmiah berupa buku, jurnal, artikel, dan rujukan lain yang berkaitan dengan penelitian. Penelitian ini juga menggunakan metode maudhu’i (tematik). Kemudian data-data dianalisis menggunakan teknik content analysis (analisis isi). Hasil dari penelitian ini, diketahui terdapat poin-poin penafsiran menunjukkan variasi dalam interpretasi ayat-ayat terkait hak politik non-Muslim, khususnya dalam konsep auliya'. Tafsir Al-Azhar cenderung menekankan inklusivitas dan kerjasama antaragama, mengartikan auliya' sebagai sekutu dalam arti luas tanpa batasan agama. Sementara itu, Tafsir Al-Misbah lebih condong pada pengakuan hak politik terbatas bagi non-Muslim, dengan pemahaman auliya' yang lebih mengacu pada perlindungan dan bukan penguasaan politik. Tafsir Kemenag menekankan pada penghormatan terhadap non-Muslim sebagai warga negara, namun dengan penekanan pada pemahaman auliya' yang lebih mendukung kebijakan Islam. 


Keywords

Hak Politik Non-Muslim; Penafsiran Term Auliya’; Tafsir Nusantara



Full Text: PDF



References


Hakamah, Z., Millah, D. A., & Satiadharmanto, D. F. (2024). Peran Tafsir Maqashidi Ibn Asyur dalam Meredam Radikalisme: Studi Kasus Ahok dan Polaritas Masyarakat. Jurnal Greenation Sosial Dan Politik, 2(4), 195–205. https://doi.org/10.38035/jgsp.v2i4.304

Huda, N., Alfi, A. M., & Arafah, N. N. (2024). Dua Fatwa untuk Toleransi Beragama: Relasi Muslim dan Nonmuslim dalam Perspektif Nahdhatul Ulama. Al-Qisthu: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Hukum, 22(2), 144–163. https://doi.org/10.32694/qst.v22i2.3656

Lathifah, H., Frinaldi, A., & Magriasti, L. (2024). Transformasi Kebijakan Desentralisasi Di Indonesia Dan Implikasinya Terhadap Stabilitas Pemerintahan Daerah Di Era Globalisasi. Professional: Jurnal Komunikasi dan Administrasi Publik, 11(2), 577–584. https://doi.org/10.37676/professional.v11i2.7223

Mahmudah, Z., & Tarmizi Tahir, M. (2021). Non-Muslim Leaders in the Discourse of Tafsir: Comparative Study of Al-Misbah and Ibn Kathir’s Tafsir. Jurnal AlifLam: Journal of Islamic Studies and Humanities, 2(1), 22–45. https://doi.org/10.51700/aliflam.v2i1.290

Maskur, M., & Santosa, S. (2023). Analisis penafsiran M. Quraish Shihab tentang Karakter Seorang Pemimpin dalam Tafsir Al-Misbah. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 2(1), 1–15. https://doi.org/10.36769/jiqta.v2i1.291

Pajriah, S., & Faqih, S. M. (2021). Tafsir Resmi Versi Pemerintah di Indonesia. Jurnal Iman Dan Spiritualitas, 1(2), 115–120. https://doi.org/10.15575/jis.v1i2.11472

Pramitasari, A., & Putra, F. A. (2022). Transglobal Leadership: Kepemimpinan Lokal Di Era Global (Studi Pada Desa Bojongkulur Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor). PANDITA: Interdisciplinary Journal of Public Affairs, 4(2), 1–11. https://doi.org/.61332/ijpa.v4i2.22

Rusli, M., Usman, I., & Nurdin, R. (2024). Makna Auliya’ Dalam Surah Al-Mumtahanah: (Studi Komparatif Tafsir Jami’ li Ahkam Al-Qur’an, al-Qurtubi dan Tafsir Al-Mishbah, Quraish Shihab). Basha’ir: Jurnal Studi Al-Qur’an Dan Tafsir, 4(2), 91–101. https://doi.org/10.47498/bashair.v4i2.2948

Sabri, Arsal, & Efendi, Z. (2024). Pengangkatan Pemimpin Non Muslim di Era Modern Menurut Ulama: Teks dan Konteks. Jurnal Indragiri Penelitian Multidisiplin, 5(1), 26–36. https://doi.org/10.58707/jipm.v5i1.1093

Shidqi, M. Y., & Mochammad, N. A. (2022). Pemimpin Non Muslim Dalam Perspektif Ibn Jarir Ath-Thabary. Hikami : Jurnal Ilmu Alquran Dan Tafsir, 2(1), 31–48. https://doi.org/10.59622/jiat.v2i1.48

Utami, W. W., & Darmaiza, D. (2020). Hate Speech, Agama, dan Kontestasi Politik di Indonesia. Indonesian Journal of Religion and Society, 2(2), 113–128. https://doi.org/10.36256/ijrs.v2i2.108

Wahid, A. (2020). Persepsi “Kafir” pada Muslim dan Non-Muslim: Konteks, Penggunaan, dan Komunikasi Partisipatif. Tuturlogi, 1(2), 79–92. https://doi.org/10.21776/ub.tuturlogi.2020.001.02.1


Dimensions, PlumX, and Google Scholar Metrics

10.33650/graduasi.v1i1.8233


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2024 Agil Fahim Ali


This work is licensed under a CC BY-SA

Published by Fakultas Agama Islam, Universitas Nurul Jadid, Probolinggo, East Java, Indonesia.