PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DALAM PERSPEKTIF HUMANISME DI MA MIFTAHUL QULUB GALIS PAMEKASAN

DOI: https://doi.org/10.33650/edureligia.v3i2.1002

Authors (s)


(1) * Supandi Supandi   (Universitas Islam Madura, Pamekasan, Jawa Timur, Indonesia)  
        Indonesia
(2)  Ahmad Ahmad   (Universitas Islam Madura, Pamekasan, Jawa Timur, Indonesia)  
        Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


This study departs from a number of educational problems that present the view to researchers that it is not only the matter of material and learning facilities that leaves many problems, but the problem of delivery methods and social regulation of education which raises many problems, so researchers initiated to conduct this research. This research method uses a qualitative approach, with a naturalistic phenomenological design, by conducting descriptive studies. Implementation of moral learning in the perspective of humanism include: 1) aims to increase the potential of students intrinsically and extrinsically, 2) learning that views students as human beings are the same with each other, 3) a spirit that can be paired with a variety of learning methods. Obstacles to moral learning in humanism are: 1) too far in terms of communication, 2) student delinquency is a problem for teachers, 3) the influence of students on others. Alternative solutions include: 1) The teacher provides continuous understanding so that students, 2) teachers and education practitioners make learning innovations, 3) equips with a variety of learning media that students can be interested in learning


Keywords

Pembelajaran; Aqidah Akhlak; Humastik



Full Text: PDF



References


Hasan Basri, Filsafat Pendidikan Islam, (Bandung: Pustaka Setia, 2009), hlm, 53. Pengertian pendidikan ini juga dapat dipaparkan secara gamblang di Moh. Roqib, Ilmu Pendidikan Islam, Pengembangan pendidikan integrative di sekolah, keluarga dan masyarakat, (Yogyakarta: LKiS, 2008), hlm, 13.

Tadjab, Perbandingan pendidikan-Studi perbandingan tentang beberapa aspek pendidikan barat Modern, Islam dan Nasional,(Surabaya: Karya Abditama, 1994), hlm, 34.

Mastuhu, Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren, (Jakarta: INIS, 1994), 6.

Ja’far, Beberapa aspek pendidikan Islam, (Surabaya: al-Ikhlas, 1982), hlm, 142.

Sholehoddin dkk, Jelajah; Aliran dan paradigman pendidikan, (Surabaya: Yafat, 2015), 169.

Siswanto, Filsafat dan pemikiran pendidikan Islam, (Surabaya: Pena Salsabila, 2015), hlm, 19.

Hal ini dapat dilihat di Nurcholish Madjid, Bilik-bilik Pesantren, (Jakarta: Paramadina, tt), xiv.

Obsevasi awal yang dilakukan oleh calon peneliti pada tanggal 25 Juli 2018.

Tim penyususn KBBI, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balaipustaka, 2000), 287.

Suryo Subroto, Proses belajar mengajar di Sekolah,(Jakarta: CV Rineka Cipta, 2002), hlm, 27.

Ika Rohmati, upaya meningkatkan hasil belajar Aqidah Akhlak dengan menggunakan model numbered head together (NHT) pada siswa kelas IV di MI Raudhatul Ulum Jabal Sari Tulung Agung, (Tulung Angung: Skripsi IAIN Tulung Agung, 2014), 25.

Quthfi Mu’arif, Menggali akar visi humanis Liberal Art membentuk manusia berparadigma holistik, dalam Jurnal Edukasi vol viii/nomor 1/2011. hlm.42.

Ibid, hlm, 44.

Madyo Eko Susilo dan Kasihadi, Dasar-dasar pendidikan, (Semarang: Effar Publishing, 1987),hlm, 9.

Abuddin Nata, Paradigma Pendidikan Islam, (Jakarta: Grafindo, 2001), 132.

Ibid, 98-99.

M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Qur’an Al-Karim: Tafsir Atas Surat-Surat Pendek Berdasarkan Urutan Turunnya Wahyu, (Bandung: Pustaka Hidayah, 1997), 78.

Wayan Nurkencana, Evaluasi Pendidikan, (Surabaya: Usaha Nasional, 1986), hlm, 1.

Charlene Tan. Educative Tradition and Islamic School in Indonesia. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 3(3): 2015, 417-430.

Peter Kaylene & Tressa Lawrence Rosone. Multicultural Perspective on the Motivation of Students in Teaching Physical Education. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 4(1): 2016, 115-126

Tabrani, ZA., & Masbur. Islamic Perspectives on The Existence of Soul and Its influence In Human Learning (A Philosophical Analysis of the Classical and Modern Learning Theories). Jurnal Edukasi (Jurnal Bimbingan Konseling), 1(2): 2016, 99-112.

Ibid, 89-102.

Ibid, 99-112.

Penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriftif yang berupa situasi, peristiwa, perilaku, interaksi yang diambil dari pengalaman, sikap kepercayaan, pemikiran dan cerita. Data tersebut dapat diambil dari dokumentasi, korespondensi, rekaman sejarah tentang suatu peristiwa. Penelitian kualitatif ini lebih menekankan kepada kualitas secara alamiyah karena berkaitan dengan pengertian, konsep nilai-nilai serta ciri-ciri yang melekat pada objek penelitian. Isadore and Carolyn R. Benz, Qualitatif-Quantitatif Research Metodology Exploring the Interactive Continum (USA: Southern Illinois University Press, 1988), 5.

Pendekatan fenomenologi ini diupayakan sebagai sebuah usaha untuk membangun metodologi lebih kuat dan kohern, fenomenologi ini dimulai dari Hegel (1770-1831) dalam bukunya The Phenomenology of Spirit (1806), dia berpendapat bahwa pendekatan fenomenologi ini dapat menghasilkan sebuah pemahaman atas fenomena yang ada dalam suatu esensi yang mendasarinya. Fenominologi keberagamaan berakar pada esensi atau kesatuan mendasar (geist atau spirit). Lihat di Clive Erriker, Pendekatan Fenominologis, dalam Piter Conolly, Aneka Pendekatan Studi Agama, terj, Imam Khoiri (Yogyakarta: LKiS, 2009), 110. Metode ini kemudian di kembangkan oleh Edmud Husserl (1859-1938) sebagai pengaruh dari positivistik, materialism dan saintisme, Antony Flew, A Dictionary of Fhilosophy (New York: St. Martin Press, 1984), 266. Kemudian diteruskan oleh Alferd Schultz (1913-2011) dalam filsafat kontemporer yang di inspirasi oleh metode Vestehen Max Waber, sehingga fenominologi yang sebenarnya bersifat filosofis berubah menjadi sosiologis, lihat di Sindung Haryanto, Spectrum Teori Social dari Kalasik Hingga Postmodern (Yogyakarta: Ar-Ruzz media, 2012), 147.

Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2006), 6. Juga bisa dilihat di Emzir, Metodologi Penelitian Kualitatif- Analisis Data (-Model Bogdan dan Bikken, -Model Milles dan Hubermann, -Model Struss dan Corbin, -Model Spradley, -Analisis Model Philp Myring, -Program Komputer NVivo) (Jakarta: CV Raja grafindo persada, 2010), 1.

David E.Mc Nabb, Reaseach Metods for Political Science Quantitaive and Qualitative Metods (New York: ME Sharpe, 2004), 345.

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis (Jakarta: Rineka Cipta, 2002), 6.

https://afidburhanuddin.wordpress.com/2014/06/07/teori-belajar-humanistik-dan-implementasi-dalam-pembelajaran/

Budiningsih, C Asri, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: PT RINEKA CIPTA, 2005)

https://dosenpsikologi.com/contoh-penerapan-psikologi-humanistik-dalam-pembelajaran

Paulo Freire, Pendidikan sebagai sebuah proses, (Bandung: Pustaka Pelajar, 2008), hlm, 11.

Mellissa Acosta. Paradigm Shift in Open Education And E-Learning Resources as Teaching And Learning In Philippines. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 4(2): 2016, 161-172.


Article View

Abstract views : 203 times | PDF files viewed : 433 times

Dimensions, PlumX, and Google Scholar Metrics

10.33650/edureligia.v3i2.1002


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Supandi Supandi, Ahmad Ahmad

Creative Commons License
 

Edureligia : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Published by Islamic Faculty of Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia.